Inovasi Pendidikan
USAID IndonesiaInovasi PendidikanDBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Warta DBE3 Jatim 13
  
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Kabupaten Pemantapan

Halaman 6 


Meningkatnya Keaktifan Siswa Pasca Pendampingan
Oleh: Bayu W, Distrik Fasilitator DBE3 kabupaten Pasuruan

Selama proses pendampingan di beberapa sekolah, saya selaku district facilitator mengamati bahwa telah terjadi perubahan dalam diri siswa. Perubahan yang menonjol tersebut diantaranya adalah: siswa kini lebih aktif mengerjakan tugas kelompok, aktif berdiskusi saat menjawab pertanyaan yang ada di LKS dan sudah mengungkapkan pendapatnya dengan kata-katanya sendiri selama pembelajaran berlangsung. Hal ini jauh berbeda saat dulu belum mendapat sentuhan dari DBE3.

Keterangan Gambar
1. Siswa melakukan percobaan untuk mengetahui terjadinya proses pembiasan cahaya.
2. Alat peraga sederhana yang dipakai siswa untuk mengetahui terjadinya proses pembiasan cahaya.

Contohnya adalah saat saya mendampingi Siti Munawaroh, S.Pd, guru IPA di SMPN 1 Beji Kabupaten Pasuruan. Saat itu pembelajaran di kelas sedang membahas tentang proses pembiasan. Pada kegiatan itu siswa diajak untuk mengamati proses pembiasan cahaya dengan menggunakan media yang sederhana, yaitu kayu, kertas dan bohlam kecil. Ternyata dengan model pembelajaran aktif seperti ini, siswa tertantang untuk memecahkan dan menemukan sendiri bagaimana proses pembiasan cahaya tersebut terjadi.

Akhirnya, keberhasilan belajar siswa dan keberhasilan guru dalam menyusun rencana pembelajaran, akan ditunjukkan oleh aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Materi ajar direspon positif oleh siswa dan kemudian siswa mampu memecahkan permasalahan serta mengambil keputusan melalui langkah-langkah ilmiah dan tepat. ¨



Media “Gambar Acak” Tingkatkan Kemampuan Bercakap Siswa

Bisa dikatakan, mereka yang ingin sukses di era global seperti sekarang ini adalah mereka yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara aktif. Kemampuan ini tidak akan datang dengan sendirinya, namun harus dikembangkan melalui latihan sejak dini. Menyadari akan pentingnya siswa untuk trampil berbahasa Inggris, Istianah Mucholidah, S.Pd, guru Bahasa Inggris MTsN Berbek Kabupaten Nganjuk, mengajak siswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam Inggris dengan menggunakan media “gambar acak”.

Kelompok siswa sedang menyusun gambar yang dibagi secara acak menjadi sebuah rangkaian cerita.

Siswa menuliskan rangkaian cerita berdasarkan gambar yang telah mereka susun.

Tiap kelompok yang telah diberi gambar secara acak, ditugaskan untuk menyusun gambar-gambar tersebut menjadi rangkaian cerita yang utuh. Setelah mereka selesai merangkai gambar tadi menjadi sebuah rangkaian cerita, kemudian mereka akan menceritakannya di depan kawan-kawan di kelasnnya. Terbukti dengan model seperti ini, pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Selain itu mereka juga lebih berani berbicara dalam Bahasa Inggris. **

Siswa menceritakan kepada teman rangkaian cerita yang telah mereka susun.


 Warta DBE3 Jawa Timur: Informasi Terkini Pembaharu Pendidikan

Nomor 13 / Mei 2010