Inovasi Pendidikan
USAID IndonesiaInovasi PendidikanDBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Warta DBE3 Jatim 13
  
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Serba-Serbi

Halaman 8 


Kini Pelajaran IPA Tidak lagi Menakutkan
Oleh: Dra. Henny Dumi Arini, Guru IPA SMPN 15 Kota Surabaya

Berawal dari keikutsertaan saya dalam pelatihan yang diselenggarakan DBE3 pada tanggal 17-19 November 2010, kini saya sudah menerapkan pembelajaran yang diajarkan DBE3. Ruang lingkup berpikir sayapun menjadi lebih luas dan terbuka. Saya kini lebih paham bahwa pembelajaran kooperatif merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif , kreatif, efektif dan menyenangkan. Selain itu pembelajaran kooperatif juga memberikan kesempatan pada siswa untuk saling berinteraksi dan saling menjelaskan pengertian suatu konsep pada temannya. Proses belajar seperti ini saya rasa bisa memberikan hasil belajar yang jauh lebih maksimal daripada sekedar mendengarkan penjelasan dari guru.

Siswa sedang melakukan percobaan untuk mengetahui tentang konsep tekanan (Gambar kanan dan kiri).

Saya, yang memiliki latar belakang pendidikan Biologi, pada perkembangannya juga dituntut untuk mengajar mata pelajaran Fisika dan Kimia. Hal ini membuat saya harus banyak menimba ilmu dari rekan guru fisika dan kimia. Puncaknya terjadi setelah mengikuti pelatihan DBE3. Saya mulai berpikir bagaimana agar para siswa tidak hanya berkutat pada teori ,rumus serta soal-soal saja yang terkadang membuat pelajaran IPA jadi menakutkan bagi mereka.

Saya ingin pelajaran IPA bisa lebih bermakna bagi para siswa. Saya mencoba bicarakan hal ini dengan siswa suatu ide, yaitu memanfaatkan barang-barang disekitar kita untuk dirakit menjadi suatu alat percobaan IPA. Ternyata para siswa antusias sekali, apalagi pada pokok bahasan tentang tekanan yang harus memahami konsep tentang Hukum Pascal, Bejana berhubungan serta Hukum Archimedes . Akhirnya bersama siswa saya susun konsep alat-alat percobaan untuk pembelajaran tekanan dan tiap-tiap kelompok ( 8 kelompok ) akan mendemonstrasikan alat-alat buatannya tersebut.

Semua konsep tentang tekanan dapat dipahami oleh siswa dalam waktu yang singkat. Disamping itu, mereka sangat aktif dalam mengikuti proses kegiatan belajar tersebut. Siswa merasakan suasana belajar yang menyenangkan, meskipun mereka menemui sedikit kendala dengan alat rakitannya. Namun hal ini malah menjadi bahan diskusi di antara mereka untuk mencari apa penyebabnya.

Inilah suatu bukti dan kenyataan bahwa potensi siswa itu besar sekali, jika para guru mau menggalinya. Akhirnya, terima kasih kepada DBE3 yang telah membuka cakrawala berpikir para guru untuk selalu meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.¨


Warta DBE3 Jatim diterbitkan DBE3 Provinsi Jawa Timur dengan dukungan dana USAID untuk mendokumentasikan dan menyebarkan inovasi serta praktik-praktik terbaik yang terkait dengan pendidikan dasar.

Redaksi menerima kontribusi berupa tulisan dan foto kegiatan. Kontribusi tulisan dan foto (maksimal 1 MB) dikirimkan melalui email: nprabowo@savechildren.org



Untuk info lebih lanjut mengenai DBE3, kunjungi:

www.inovasipendidikan.net www.dbe-usaid.org