|
Kabupaten Pemantapan
|
Halaman 3
|
NGANJUK
Pengajaran Profesional Menjadikan Pembelajaran Lebih Bermakna
Perubahan pola pikir, paradigma dan perilaku guru memerlukan proses, tidak bisa instan. Demikian menurut Dra. Widiasti, M.Si, Kasi Ketenagaan Dinas Dikpora Nganjuk dalam isi pidatonya saat membuka Pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2 untuk grup 1 di Nganjuk. Pelatihan yang diadakan di SMPN 3 Kertosono ini diselenggarakan mulai tanggal 26-28 Mei 2009.
Pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2 di Nganjuk ini boleh dibilang istimewa, karena dihadiri langsung CoP DBE3 yaitu Stuart Weston. Dalam sambutannya Stuart menegaskan, bahwa pelatihan ini lebih dari sekadar pelatihan kecakapan hidup. Pelatihan ini menitikberatkan pada 3 ( tiga ) perubahan penting, yaitu : perubahan perilaku guru dalam mengajar, perubahan perilaku siswa serta penciptaan lingkungan yang memungkinkan siswa belajar aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Setelah selesai pelatihan gelombang pertama, pelatihan gelombang kedua segera digelar, pada tanggal 2-4 Juni 2009 bertempat di SMP Negeri 2 Berbek. Pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2 kali ini, diikuti oleh 99 peserta yang terdiri dari unsur: guru, Distrik Fasilitator, Kepala Sekolah, Pengawas MTs dan Pengawas SMP. Para guru dan kepala sekolah yang mengikuti pelatihan kali ini berasal dari: SMPN 2 Tanjunganom, SMPN 2 Pace, SMPN 2 Berbek, MTs UN dan MTs Berbek.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kasi SMP Dinas Dikpora Kab. Nganjuk, Drs. Sony Hardiyanto, pada pukul 08.30. Dalam sambutannya beliau menafsirkan judul modul pelatihan “ Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna” , bahwa dengan pengajaran yang profesional akan menjadikan pembelajaran lebih bermakna.
Untuk itu dengan pendekatan yang dikenalkan DBE3 yaitu Whole School Approach, yang harus profesional tidak hanya guru, tetapi juga pemangku kepentingan yang lain, termasuk Kepala Sekolah, Pengawas dan bahkan Kasi SMP, ajaknya sambil menunjuk dirinya sendiri.
|
Suasana real teaching saat Pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2 di Kabupaten Nganjuk. (Foto DBE3 Jatim)
|
|
Dari hasil refleksi pelatihan yang disampaikan oleh peserta ( baik refleksi harian maupun refleksi di akhir pelatihan ) sebagian besar peserta berpendapat bahwa materi pelatihan ini sangat aplikatif dan sangat mungkin bisa dilakukan oleh guru pada pembelajaran di kelas. Permasalahannya adalah, mau atau tidak guru berubah?
|
“Materi pelatihan ini sangat aplikatif dan sangat mungkin bisa dilakukan oleh guru pada pembelajaran di kelas.”
|
|
|
Sebaiknya Anda Tahu…
Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran Kooperatif merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan pada siswa untuk saling berinteraksi.
Pembelajaran kooperatif juga bisa dipakai untuk menanamkan sikap yang terbuka terhadap berbagai perbedaan yang ada pada diri sesama siswa di sekolah. Selain itu pembelajaran kooperatif akan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan beberapa kecakapan hidup yang disebut sebagai kecakapan berkomunikasi dan kecakapan bekerja sama.
(Modul DBE3, Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2, Mei 2009)
|
|
Warta DBE3 Jawa Timur: Informasi Terkini Pembaharu Pendidikan
|
Nomor 02/Juni 2009
|
|